Pages

Minggu, 26 September 2010

Perkembangan Teknologi Informasi

Komputer sebagai perangkat penting dari perkembangan teknologi komunikasi informasi, menduduki peringkatnya menjadi fitur paling digemari oleh seluruh masyarakat. Penyimpanan data yang akurat serta variasi yang bisa ditambahkan untuk memudahkan kita dalam pengerjaan yang membutuhkan lebih dari sekedar catatan. Penemuan-penemuan lainnya yang secara beriringan muncul menjadi alat yang sangat canggih dan efisien. Tidak hanya dengan kegunaannya saja, tapi kini sudah banyak hadir komputer dengan desain yang unik, fleksibel, efisien dan disesuaikan dengan kebutuhan kita. Inilah yang disebut memudahkan hidup dengan teknologi.

Teknologi komputer, telekomunikasi diperkirakan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Namun peningkatan kualitas ini baru dapat dimanfaatkan oleh sebagian orang saja. Ada “jarak/kesenjangan” yang timbul antara mereka yang memiliki kemampuan komputer & akses kepada teknologi dan yang tidak memiliki. Kesenjangan digital sangat dirasakan tidak saja dalam kaitan paradoks kota besar dan kecil, kota dan desa, melainkan juga dalam suatu kota, Kesenjangan digital tersebut terjadi terutama sejak penggunaan Internet secara luas dan meningkatnya arus informasi yang sangat dominan, yang didukung platform Teknologi dan Sistem Informasi. Kesenjangan digital juga terkait dengan kesetaraan memperoleh peluang. Karenanya, sangat diperlukan upaya yang sungguh-sungguh untuk memperkecil kesenjangan itu.

Perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat, yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan / industri maupun pemerintah. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainya.

Tingkat pertumbuhan pengguna internet juga menunjukan angka yang sangat fantastik, bahkan internet telah menjadi bagian kebutuhan dalam sebuah rumah tangga. Fenomena ini menunjukan bahwa 5 sampai 10 tahun yang akan datang teknologi informasi akan menguasai sebagian besar pola kehidupan masyarakat, badan usaha maupun pemerintah.

Secara keseluruhan memang masih dapat dikatakan bahwa internet relatif baru dikenal oleh masyarakat Indonesia dan frekuensi pemakainyapun belum terlalu banyak. Namun perkembangan internet di Indonesia telah menunjukan perkembangan yang signifikan. yang utama bagi user internet Indonesia adalah akses yang murah dan cepat, sehingga mereka bisa menikmati perkembangan teknologi informasi, terutama user internet di tingkat masyarakat daerah. Semua itu akan terwujud jika pengambil kebijkan di bidang ini bisa memiliki pandangan yang seimbang, baik dari segi user internet (masyarakat), maupun dari segi perusahaan penyedia jasa layanan internet dan teknologi informasi.

DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

1. Dampak Positif

Dengan hadirnya Kemajuan Teknologi Informasi manusia semakin dimudahkan dalam berbagai kegiatan sosialnya. Secara tidak lansung pula mengubah pola pikir mereka untuk lebih maju seiring gencarnya respon terhadap tantangan jaman yang semakin canggih. Persaingan yang semakin banyak muncul tentu dapat memacu daya kreatifitas serta kemapuan daya saing yang semakin significant terlihat. Begitu eratnya keterjalinan antara manusia dan teknologi sebagai perpanjangan kemampuannya, sehingga yang asalnya merupakan minus dari kemampuannya, bisa dikembangkan menjadi surplus bagi kesanggupannya. Sebagai contoh manusia tidak mampu terbang, namun dengan teknologi dia mampu terbang, bahkan tinggal beberapa lama di angkasa luar;, pertemuan tatap-muka (face-to-face) secara berhadapan juga dapat dilaksanakan dalam jarak amat jauh melalui tatap-citra (image-to-image).

Banyak lagi yang bisa dicontohkan sebagai ilustrasi untuk menunjukkan betapa teknologi telah memungkinkan terjadinya transformasi mendasar dan berskala luas –bahkan nyaris sulit dibatasi– dalam peri kehidupan manusia dan kemanusiaan. Transformasi tersebut juga telah menimbulkan perubahan dalam berbagai pola hubungan antar-manusia (patterns of human relations), yang pada hakikatnya adalah interaksi antar-pribadi (interpersonal relations) dan bersifat hubungan intersubjektif.
Seiring dengan kemajuan teknologi, ruang dan waktu sebagai dimensi eksistensial juga berubah secara kuantitatif maupun kualitatif, terutama oleh faktor kekuatan (power) dan kecepatan (speed); kedua faktor ini makin meningkat pengaruhnya seiring dengan berlanjutnya pemutakhiran dan pencanggihan teknologi. Pengaruh faktor kekuatan dan kecepatan itu terutama mencuat dalam perkembangan teknologi transportasi serta komunikasi dan informasi.

Dalam kaitan ini, kiranya secara khusus perlu dicermati perkembangan teknologi yang menunjang kesanggupan untuk menyebarkan informasi dengan daya jangkau global. Teknologi ini menerpa kita dengan bahan informasi secara bertubi-tubi serta melintas dengan kecepatan tinggi sekali lewat jaringan global yang diibaratkan sebagai super-highways. Kedua faktor itu pula yang menambah nilai efisiensi, sehingga keterlambatan penguasaannya niscaya juga berarti ketertinggalan dalam laju proses modernisasi.

2. Dampak Negatif

Manusia menjadi malas untuk bersosialisasi dengan teman dan lingkungan sekitar. Dengan fasilitas yang dimiliki oleh HP, maka di zaman yang serba canggih dan modern ini segalanya bisa dilakukan dengan duduk di tempat tanpa perlu beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan aktivitas seseorang. Mulai dari mengisi pulsa, transfer uang, memesan tiket, belanja, hingga memesan makanan dapat dilakukan tanpa beranjak dari tempat sedikitpun. Memang akan menjadi lebih mudah tetapi orang akan lebih tidak peduli dengan rasa sosial. Pengaruh negatif lain, adalah terbukanya akses negatif anak dari penggunaan internet. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet. Melalui internetlah berbagai materi bermuatan negatif, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang.

Jumat, 02 Juli 2010

Perbandingan Game Engine

Perbandingan Game Engine.

Blender dan Golden T Game Engine (GTGE)

1. Blender

Blender merupakan salah satu program "Modeling 3D dan Animation", tapi Blender mempunyai
kelebihan sendiri dibandingkan program modeling 3D lainnya.
Kelebihan yang dimiliki Blender adalah dapat membuat game tanpa menggunakan program
tambahan lainnya, Karena Blender sudah memiliki "Engine Game" sendiri dan menggunakan "Python"
sebagai bahasa pemograman yang lebih mudah ketimbang menggunakan C++,C, dll.
Blender menggunakan “OpenGL” sebagai render grafiknya yang dapat digunakan pada
berbagai macam “OS” seperti Windows, Linux dan Mac OS X. Gambar berikut merupakan sebuah
“screenshot” dari salah satu project game yang dibuat menggunakan Blender

Sekarang ini Blender merencanakan sudah mengeluarkan versi yang terbarunya, yaitu Versi 2.49 yang lebih ditujukan untuk pembuat game. Karena Versi ini memiliki fitur-fitur baru yang dirancang untuk membuat tampilan game yang lebih realistis dari pada versi sebelumnya.

Blender 2.49 memiliki fitur baru seperti :
* Video Texture
* Real-time GLSL Material
* Game Logic
* Bullet SoftBody
* Python Editor
* Multilayer Textures
* Physics
* Render Baking dan Normal Mapping dan masih banyak yang lainnya.
* Composite Adalah tempat menambahkan efek visual seperti pada gamabar berikut.

Untuk membuat game di Blender anda tidak perlu jago pemograman, jika anda hanya ingin
membuat game sederhana anda cukup mempelajari tool-tool yang disediakan oleh blender tanpa harus menggunakan "script" sedikitpun.

2. Golden T Game Engine (GTGE)

Golden T Game Engine (GTGE) merupakan sebuah 2D Game Library / Game SDK (Software Development Kit) untuk membuat game yang berkualitas dengan mudah.
GTGE merupakan kumpulan fungsi bahasa pemograman Java (pustaka Java), yang artinya Anda akan menggunakan bahasa pemograman Java untuk membuat game dengan GTGE.
GTGE merupakan suatu pustaka lapisan tingkat tinggi (High Level Interface), artinya programmer tidak perlu mengkhawatirkan perintah tingkat rendah lagi (yang menyangkut perintah ke hardware komputer).
GTGE mencoba menutupi (namun tidak mengunci) fungsi tingkat rendah tersebut dengan menempatkan programmer pada lapisan yang paling baik agar programmer dapat membuat game dengan senyaman mungkin. GTGE memberikan akses ke fungsi hardware tersebut secara langsung dengan cara yang paling mudah.
Kami menfokuskan untuk membuat suatu engine game yang benar-benar mudah untuk digunakan namun tetap fleksibel dan tangguh untuk dapat membuat segala jenis game.
Singkatnya GTGE merupakan kumpulan fungsi-fungsi siap pakai untuk membuat game, seperti fungsi untuk penggambaran ke layar, polling keyboard dan mouse, pemanggilan suara atau musik, dll. Fungsi-fungsi inilah yang disebut dengan Game Engine.


http://www.blenderindonesia.org/forum/viewtopic.php?f=47&t=22
http://www.gamedevid.org/forum/showthread.php?t=7455

Membuat Tutorial Actor, Bagian 3 - Loading Library Anda

Membuat Tutorial Actor, Bagian 3 - Loading Library Anda

Sekarang kita memiliki actor proxy , dan set up actor, selanjutnya adalah membuat library yang bisa kita import ke dalam editor. This is the simplest process of them all, and only requires a couple of steps to accomplish.Ini adalah proses sederhana , dan hanya memerlukan beberapa langkah untuk menyelesaikannya. First, we have to code and compile the library. Pertama, kita harus mengkompilasi kode dan library. The next step is to run the editorLangkah berikutnya adalah menjalankan editor. The final step is to use the Library Editor to import theLangkah terakhir adalah dengan menggunakan Library Editor untuk mengimpor Library. That

Untuk memulainya adalah dengan cara membuat proyek Visual Studio yang baru dan akan mengekspor library actor . To set up a Visual Studio project that will compile Delta3D, please see this tutorial . Untuk membuat proyek Visual Studio yang akan mengkompilasi Delta3D, terdapat dalam tutorial sebelumnya yang terdapat di dalam Delta 3D. After completing that, we must now set the option in Visual Studio to tell it to compile the code into a dynamic library. Setelah menyelesaikan langkah tersebut, sekarang langkah selanjunya adalah harus menetapkan opsi dalam Visual Studio untuk kirim ke mengkompilasi kode ke dynamic library. Right click on the project you created and select the “Properties” tab. Klik kanan pada proyek yang telah di buat buat dan pilih tab "Properties" . Under the “General” tab, select the “Configuration Type” item from the menu. Di bawah tab "General", pilih "Configuration Type" item dari menu. Change it from “Application (.exe)” to “Dynamic Library (.dll)”. Ubah dari "Aplikasi (exe)." Untuk "Dynamic Library (. Dll)".

http://www.delta3d.org/images/articles/20050720135643860_6.jpg

Sekarang setelah dikonfigurasi dengan benar, saatnya untuk melihat beberapa kode. Let's start by making a file called TessellationActorLib.h, and placing the following code inside: kita mulai dengan membuat sebuah file bernama TessellationActorLib.h, dan menempatkan kode berikut di dalamnya:

#include #include class DT_PLUGIN_EXPORT TessellationActorLib : public dtDAL::ActorPluginRegistry { public: TessellationActorLib(); void RegisterActorTypes(); };

Pertama, kami menyertakan file "dtDAL / actorpluginregistry.h" sehingga kami dapat berasal dari class kami itu. It is worth noting that since we are going to be exporting this library, we declare DT_PLUGIN_EXPORT before the name of the class. Perlu dicatat bahwa karena kita akan mengekspor library ini, kami menjelaskan DT_PLUGIN_EXPORT sebelum nama class. After that, we declare the constructor, and the function RegisterActorTypes. Setelah itu, kami menyatakan constructor, dan fungsi RegisterActorTypes. The RegisterActorTypes function is where we will register the tessellation actor with the actor factory for instancing in the editor. Fungsi RegisterActorTypes adalah di mana kita akan mendaftarkan tessellation actor dengan actor factory untuk instancing di editor. Note that you can have as many actors in one library as you want. Perhatikan bahwa Anda dapat memiliki banyak actor dalam satu library yang Anda inginkan. This actor library is named simply for our tutorial, but for your use, it is better to name a library something like 'MyProjectActorsLib'. Library ini diberi nama actor hanya untuk tutorial kita, tapi untuk Anda gunakan, lebih baik untuk nama library sesuatu seperti 'MyProjectActorsLib'. Now it's time to create a file called “TessellationActorLib.cpp” and place the following code inside: Sekarang saatnya untuk membuat sebuah file yang bernama "TessellationActorLib.cpp" dan masukkan kode berikut di dalamnya:

#include "TessellationActorLib.h" #include "TessellationActorProxy.h" extern "C" DT_PLUGIN_EXPORT dtDAL::ActorPluginRegistry* CreatePluginRegistry() { return new TessellationActorLib; } extern "C" DT_PLUGIN_EXPORT void DestroyPluginRegistry(dtDAL::ActorPluginRegistry *registry) { if(registry) delete registry; } TessellationActorLib::TessellationActorLib() : dtDAL::ActorPluginRegistry("Tessellation Actor Library") { mDescription = "This library exports the tessellation actor"; } void TessellationActorLib::RegisterActorTypes() { dtDAL::ActorType *tessActor = new dtDAL::ActorType("Tesselation", "Awesome Actors", "This actor represents a tesselating plane."); mActorFactory->RegisterType (tessActor); }

Ada catatan penting yang perlu diingat. When the editor is importing a library, it parses the library for two separate functions to ensure its validity. Ketika editor mengimpor sebuah library, itu mem-parsing library untuk dua fungsi yang terpisah untuk memastikan validitasnya. These functions are CreatePluginRegistry, and DestroyPluginRegistry. Fungsi-fungsi ini CreatePluginRegistry, dan DestroyPluginRegistry. Due to C++ name mangling, these functions have to be declared with C linkage in order for the editor to be able to parse them correctly. Karena C + + name mangling, fungsi-fungsi ini harus dinyatakan dengan hubungan C agar editor bisa mengurai dengan benar. Next, we set the description of the library in the constructor and pass the name of the library to the parent constructor. Selanjutnya, kita mengatur gambar library di constructor dan nama library untuk konstruktor induk. In the RegisterActorTypes function, we create a new actor type to represent our tessellation actor. Dalam fungsi RegisterActorTypes, kita menciptakan tipe baru untuk mewakili actor tessellation kami. We pass the constructor 3 parameters, which are the name, category, and description of the actor. Pada constructor 3 parameter, yaitu nama, kategori, dan deskripsi actor. Finally, we register the type with the actor factory by passing the class name of the proxy, and a pointer to the actor type. Akhirnya, kami mendaftar dengan jenis actor factory dengan nama kelas melewati proxy, dan sebuah pointer ke jenis actor. That's it Compile your code into a dynamic library and you will have successfully created an actor library. Mengkompilasi kode Anda ke sebuah library yang dinamis dan Anda akan berhasil membuat sebuah actor library. Now there is something to note about this. Sekarang ada sesuatu yang perlu diketahui tentang ini. When you go to import a library into the editor, the library needs to be stored in a directory that is in your computer's PATH environment variable. Jika Anda pergi ke library impor ke editor, library perlu disimpan dalam direktori yang ada di variabel lingkungan PATH komputer Anda. If you do not know what directories are in your PATH environment variable, you can find out by opening up a console window and echoing PATH. Jika Anda tidak tahu direktori berada di lingkungan variabel PATH Anda, Anda dapat mengetahui dengan membuka jendela konsol dan bergema PATH. If you ever get the error “Failed to load the library:xxx”, this is probably the reason. Jika Anda pernah mendapatkan kesalahan "Gagal memuat library: xxx", ini mungkin alasannya. That stated, it's time to import our new library into the editor. Yang menyatakan, saatnya untuk mengimpor library baru kami ke dalam editor.

Untuk memulai, jalankan editor, pilih konteks proyek Anda dan membuat peta. For more information of creating maps and selecting project contexts, please see the 'Getting to Know the Editor' tutorial. Untuk informasi lebih lanjut mengenai membuat peta dan memilih konteks proyek, silakan lihat 'Memahami tutorial Editor'. Navigate to the Edit menu and select Map Libraries. Arahkan ke menu Edit dan pilih Library Peta. This will execute the Library Editor. Ini akan melaksanakan Editor Library.

http://www.delta3d.org/images/articles/20050720135643860_1.jpg

Editor Library adalah di mana Anda dapat mengimpor atau menghapus library dinamis dari peta Anda. Click the Import Library button. Klik tombol Import Library. This will execute a file browser. Hal ini akan menjalankan file browser. Navigate to the directory where you saved the TesselationActorLibrary and double click it. Arahkan ke direktori di mana Anda menyimpan TesselationActorLibrary dan double klik. Presto!Now the tessellation actor can be instanced in the editor. Sekarang actor tessellation dapat instanced di editor.

Catatan - jika Anda memiliki masalah loading library Anda atau crash saat runtime, pastikan bahwa Anda telah mengumpulkan library Anda di negara yang sama sebagai editor (runtime untuk runtime dan debug untuk debug). There are known issues when you try to load a dynamic library in conflicting states. Ada masalah saat Anda mencoba untuk memuat sebuah library yang dinamis di negara-negara yang saling bertentangan.

Sekarang, membuat actor tessellation hanya untuk menguji. You should see something like this: Anda harus melihat sesuatu seperti ini:

http://www.delta3d.org/images/articles/20050720135643860_2.jpg

After you load this map into a Delta3D application, you should see the tessellation actor moving. Setelah Anda memuat peta ini menjadi sebuah aplikasi Delta3D, Anda harus melihat actor tessellation bergerak. Here are some screen shots: Berikut adalah beberapa screen shot:

http://www.delta3d.org/images/articles/20050720135643860_3.jpg

http://www.delta3d.org/images/articles/20050720135643860_4.jpg

http://www.delta3d.org/images/articles/20050720135643860_5.jpg

Jika Anda memiliki masalah loading peta ke dalam scene, silakan lihat tutorial sebelumnya..

Sabtu, 10 April 2010

Game (pengertian)

Pengertian Game

Game merupakan sebuah aktivitas dengan tujuan bersenang-senang, mengisi waktu luang, atau berolahraga ringan. Permainan biasanya dilakukan sendiri atau bersama-sama. Dalam bahasa Indonesia “Game” berarti “permainan”. Permainan yang dimaksud dalam game juga merujuk pada pengertian sebagai “kelincahan intelektual” (intellectual playability). Sementara kata “game” bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. Ada target-target yang ingin dicapai pemainnya. Kelincahan intelektual, pada tingkat tertentu, merupakan ukuran sejauh mana game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal.

Dahulu istilah game identik dengan anak-anak selaku pemain. Yang ada dibenak kita adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak yang menurut mereka itu dapat menyenangkan hati mereka. Segala bentuk kegiatan yang memerlukan pemikiran, kelincahan intelektual dan pencapaian terhadap target tertentu dapat dikatakan sebagai game. Tetapi yang akan dibahas pada kesempatan ini adalah game yang terdapat di komputer, baik off line maupun online. Saat ini perkembangan games di komputer sangat cepat. Para pengelola industri game berlomba-lomba untuk menciptakan game yang lebih nyata dan menarik untuk para pemainnya. Hal inilah yang membuat perkembangan games di komputer sangat cepat. Sehingga games bukan hanya sekedar permainan untuk mengisi waktu luang atau sekedar hobi. Melainkan sebuah cara untuk meningkatkan kreatifitas dan tingkat intelektual para penggunanya.
Jadi, bermain game adalah suatu proses “fine tuning” (atau penyamaan frekuensi) dari logika berpikir anak-anak kita dengan logika berpikir aplikasi komputer yang canggih tadi. Pada saat bersamaan, game juga secara nyata mempertajam daya analisis para penggunanya untuk mengolah informasi dan mengambil keputusan cepat yang jitu. Namun, tentu saja kenyataan juga harus kita masukkan kedalam perhitungan. Kenyataan itu diantaranya adalah kecanduan para pemain / penggunanya yang akut terhadap permainan komputer semacam ini. Mereka bisa lupa segala-galanya akan tugas mereka yang lain termasuk tugas menuntut ilmu
Pengertian Game Menurut Agustinus Nilwan dalam bukunya “Pemrograman Animasi dan Game Profesional” terbitan Elex Media Komputindo, atau bisa juga game di artikan sebagai suatu aktivitas tersetruktur atau juga digunakan sebagai alat pembelajaran.

Sebuah game bisa dikarakteristikan dari apa pemain lakukan misal :

a. perlatan, contoh bola, kartu, papan, atau sebuah komputer
b. peraturan, biasanya menentukan giliran pemain, hak dan keharusan masing-masing pemain, dan tujuan permainan
c. skill, strategi dan keberuntungan. Game dengan dengan skill misalnya dengan kekuatan fisik, contoh gulat, menembak dan kekuatan mental seperti catur
d. Single Player Game (pemain satu orang) dan Double Player (lebih dari satu pemain). jika pemain tunggal, pemain harus bermain dengan keahlian, berpacu dengan waktu dan kebruntungan sedangkan pemain Double, pemain diharuskan untuk menggunakan suatu strategi dan kekompakan sesama pemain, untuk mencapai tujuan tertentu atau sebaliknya pemain harus berlomba dengan pemain lainnnya untuk mencapai sesuatu tujuan.

Dalam suatu permainan (Game), pemain dituntut untuk tunjuk kreativitas dan keahlihan yang kita miliki untuk mencapai tujuan tertentu. untuk mencapai tujuan tertentu pemain harus mempunyai strategi dan harus tepat untuk mengambil suatu keputusan, maka disinilah pemain akan mengalami suatu pembelajaran dari suatu alur permainan.


Jenis-Jenis Game

A. Action Game
Action Game dikategorikan sebagai gameplay dengan model pertarungan.

  • Action Adventure Game, berfokus pada eksplorasi dan biasanya mempunyai unsur item gathering, penyelesaian puzzle simpel, dan pertarungan (combat). Contoh dari genre ini termasuk The Legend of Zelda series dan Metroid series.
  • Stealth Game, termasuk dalam genre game terbaru, biasanya digolongkan dalam mata-mata yang biasa melakukan aksinya secara rahasia. Contoh dari genre ini termasuk Metal Gear series dan Tom Clancy’s Splinter Cell. Survival Horror Game, berusaha membuat player atau pemain menjadi tegang dan takut dengan elemen-elemen horor. Contoh dari genre ini termasuk Resident Evil series dan Alone in the Dark.
  • Beat ‘em Up Game, seperti Side-scrolling beat ‘em up game, adalah game combat satu orang melawan banyak musuh yang telah disediakan. Contoh dari genre ini termasuk Dynasty Warriors series dan Final Fight.
  • Fighting Game, adalah pertarungan dua player dengan jurus-jurus yang bias dikeluarkan dengan menekan beberapa tombol pada keyboard dengan urutan tertentu. Contoh dari genre ini termasuk Street Fighter II dan Tekken series.
  • Maze Game, membutuhkan kecepatan berpikir dan bereaksi, serta berunsur ketepatan menavigasi. Contoh dari genre ini termasuk Pac-Man.
  • Platform Game, atau platformers, adalah game dengan gameplay berlari, melompat, mengayun, naik tangga, dan sebagainya. Contoh dari genre ini termasuk Donkey Kong, Sonic the Hedgehog, Mario, dan Rayman
    B. Adventure Game


    Gameplay jenis ini adalah keharusan player memecahkan bermacam-macam puzzle melalui interaksi dengan orang lingkungan dalam game tersebut.
    1. Text adventure / Interactive fiction Game, di mana player akan menggunakan keyboard untuk mengetikkan perintah berupa “get rope” atau “go west”, dan komputer akan enganalisa perintah tersebut dan akan menjalankan karakter sesuai perintah tersebut.
    2. Graphical adventure Game, merupakan perkembangan dari genre di atas. Dengan adanya mouse, player dapat menggerakkan ikon tangan (hand) ke sebuah tali dan meng-kliknya untuk mengambil tali tersebut.
    3. Visual novel Game, mempunyai beberapa ending yang berbeda, memberi player keleluasaan untuk memilih jalan ceritanya dan mendapatkan bermacam-macam ending.
    4. Interactive movie Game, mempunyai full-motion cartoons atau rangkaian live action dari karakter yang dimainkan oleh player. Contoh dari genre ini termasuk Dragon’s Lair, Space Ace dan Night Trap.
    5. Dialog Game, di mana player akan mengalami kemajuan tergantung pada apa yang mereka katakan. Contoh dari genre ini termasuk Law And Order: The Vengeful Heart.
    C. Role-Playing Game
    Computer role-playing games atau CRPGs atau RPGs mempunyai gameplay di mana karakter milik player akan bertualang dengan skill combat atau cast spell dalam cerita game.
    1. Action Role-Playing Game, genre game yang memasukkan unsur action game dan action-adventure game. Contoh dari genre ini termasuk Diablo 1 & 2.
    2. Massively multiplayer online role-playing Game, biasa disingkat MMORPGs, konsep dari genre ini segera terkombinasi dengan genre-genre lainnya, yang kebanyakan berupa fantasy. Contoh dari genre ini termasuk RisingForce Online dan FlyForFun/FlyFF-Online.
    3. Tactical role-playing Game, berprinsip pada strategi. Dalam game genre ini, player akan diberi giliran masing-masing untuk menentukan langkah yang akan dilakukan oleh karakter-karakternya. Contoh dari genre ini termasuk Final-Fantasy Tactics.

    D. Simulation Game
    Genre ini bertujuan untuk memberi pengalaman melalui simulasi.
    Construction and management simulation Game, disingkat CMSs, adalah tipe game simulasi di mana player harus mendirikan, memperluas, atau mengelola komunitas atau proyek fiksi.
    a) City-Building Game, merupakan bagian dari economic-simulation game.Contoh dari genre ini adalah SimsCity series.
    b) Economic-simulation Game, biasanya berupa simulasi keadaan ekonomi atau bisnis, di mana player mengontrol keadaan ekonomi dari game tersebut. Contoh dari genre ini termasuk Monopoly Tycoon dan FairyGodmother Tycoon.
    c) God Game, sering tidak mempunyai tujuan akhir yang membuat player memenangkan game. Contoh dari genre ini termasuk The Sims series.
    d) Government simulation Game, biasa disebut juga political game, memasukkan unsur kepolisian, pemerintahan, atau politik sebuah negara, bahkan juga perperangan.


    E. Strategy Game
    Strategy game berfokus pada gameplay di mana dibutuhkan pemikiran yang tepat agar dapat meraih kemenangan.

    1. Real-time strategy and turn-based strategy Game. Dalam real-time (RTS), action dilakukan dalam waktu yang bersamaan oleh masing-masing pihak, sedangkan turn-based (TBS), di mana action dimainkan per ronde atau bergiliran. Contoh dari genre RTS termasuk Warcraft series. Contoh dari genre TBS termasuk Heroes of Might and Magic series.
    2. Tactical Game. Dalam genre ini, player harus menggunakan bermacam-macam taktik dan strategi untuk mencapai kemenangan. Contoh dari genre ini yang bersifat RTS termasuk Warhammer: Dark Omen. Contoh dari genre ini yang bersifat TBS termasuk Jagged Alliance series.
    3. 4X Game, yang berarti eXplore (penjelajahan), eXpand (meluas), eXploit (menja-jah), dan eXterminate (memusnahkan). Contoh dari genre ini termasuk Galactic Civilizations, dan Sid Meier’s Alpha Centauri.
    4. Artillery Game. Genre ini (biasa bersifat TBS) biasa mengikutkan combat dengan tank atau tentara militer berat lainnya. Contoh dari genre ini termasuk Gunbound, Scorched Earth, dan Tanarus.

    F. Vehicle Simulation Game

    Genre ini juga merupakan simulasi yang berusaha memberikan player sebuah pengalaman realistic mengendarai kendaraan-kendaraan tertentu.
    1. Flight Game. Dalam genre ini, player tidak hanya bersimulasi mengontrol pesawat terbang, tapi juga combat di udara. Contoh dari genre ini termasuk Falcon 4.0.
    2. Racing Game, menempatkan player sebagai driver dengan kendaraan (biasanya mobil).Contoh dari genre ini termasuk Need For Speed (NFS) series.
    3. Space Game, bersifat pertarungan di angkasa luar. Contoh dari genre ini termasuk Star Wars: X-Wing, X: Beyond the Frontier, dan Homeworld.
    4. Train Game. Genre ini mensimulasi yang berhubungan dengan transportasi kereta atau railway transport. Contoh dari genre ini termasuk Rail Simulator.
    5. Vehicular (Car) Combat. Genre ini berfokus pada pertarungan antara kendaraan. Contoh dari genre ini termasukk RoadBlasters dan Mecha.
  • Rabu, 24 Februari 2010

    Wall-E (Interaksi Manusia dan komputer)

    Film wall-e ini bercerita tentang keadaan bumi yang dipenuhi oleh tumpukan sampah. sehingga membuat bumi tidak layak untuk menjadi tempat tinggal sampai-sampai tanda-tanda kehidupan pun mulai nyaris tak terlihat. Semua manusia meninggalkan bumi dan bergerak menuju keluar angkasa untuk mencari kehidupan lain, dengan menumpang pesawat dari BnL untuk menuju ke pesawat induk Axiom.
    Sedangkan di Bumi hanya terdapat robot kecil pembersih sampah yang disebut Wall-E (Waste Allocation Load Lifter-Earth-Class). Wall-e ini dapat bertahan hidup dengan tenaga matahari. disini wall-e adalah salah satu robot pembersih yang masih bertahan dibumi dan hanya ditemani oleh seekor kecoa yang sangat setia menemani wall-e.

    Setiap hari wall-e bekerja menjadi pengepres sampah dan menumpuknya,pada saat wall-e sedang menjalankan tugasnya membersihkan sampah tiba-tiba menemukan tanaman hijau yang tumbuh disekitar sampah kemudian membawanya kerumah.karena wall-e ini sangat senang mengumpulkan benda-benda yang dia temukan pada saat mengumpulkan sampah.
    Pada suatu saat datang pesawat luar angkasa dan muncul sosok mahkluk yang dapat terbang. dengan penasaran wall-e mengikuti setiap langkah mahkluk tersebut. ternyata mahkluk tersebut bernama EVE atau Extra-terrestrial Vegetation Evaluator (robot luar angkasa peninjau kehidupan) yang bertugas mencari bentuk kehidupan di bumi. Wall-E tertarik dan ingin berkenalan. sedang mencari misi dibumi yaitu mencari tanda-tanda kehidupan yang masih tersisa di bumi.
    Wall-e pun mengajak eve pulang kerumahnya. berbagai barang wall-e ia kenalkan kepada eve, hingga pada suatu saat wall-e mengenalkan tanamannya kepada eve dan kemudian eve mendeteksi tanaman tersebut dan sesuai dengan instruksi eve bahwa tanaman tersebut adalah misinya. Eve kemudian memberi sinyal kepada pesawat untuk dibawa kembali kemarkas induk dengan membawa tanaman tersebut. Wall-e terus mengikuti kemana pun eve pergi.
    Tanaman itu pun segera diserahkan kepada pilot untuk memberitahu bahwa di bumi telah ada tanda-tanda kehidupan, sehingga manusia dapat kembali ke bumi. Namun niat baik itu pun selalu dihalang-halangi oleh auto pilot dan robot-robot lain yang tidak senang apabila manusia kembali ke bumi. Akhirnya wall-e dan eve dapat merebut kembali tanaman tersebut sehingga misi telah berhasil dan manusia segera kembali ke bumi. pesawat mendarat dibumi dan keadaan masih parah penuh dengan sampah, sehingga hal ini membuat manusia memulai dari nol lagi yaitu berladang. agar bumi kembali lagi seperti dulu.
    Film animasi ini menurut saya selain sangat menghibur dan juga komunikatif walaupun sebagian besar film berlangsung tanpa dialog. Namun gerakan dan tingkah laku para robot dalam film ini sudah menjelaskan apa yang mereka lakukan. Tujuannya dari film ini adalah untuk menghibur sekaligus memberi himbauan pada manusia. Menjaga lingkungan dan mengelola sampah adalah pesan utama dalam film ini, yang kedua tentang interaksi sosial dan kegiatan fisik serta tidak bergantung sepenuhnya pada mesin dan robot dalam kehidupan kita. Film ini mengandung pesan moral yang ditujukan kepada manusia agar menjaga kelestarian dan kebersihan bumi, dan jangan sampai manusia terpaksa harus pergi dari bumi.

    Pada film ini interaksi manusia dengan computer sangat terlihat jelas pada saat kehidupan manusia di pesawat ruang angkasa hanya bergantung pada mesin dan hanya menggerakkan mulut untuk bicara atau makan, kaki dan tangan hanya untuk menekan tombol dan memberi perintah pada robot, menunjukkan kalau sekarang pun kita sudah terlalu tergantung pada mesin, kurang kegiatan fisik, tidak adanya interaksi antar manusia, sehingga sangat terlihat pertumbuhan dari manusia-manusia tersebut tidak normal sebagaimana mestinya. Terjadi perubahan bentuk tubuh dan manusia malas bergerak bahkan tidak bisa apa-apa kalau tidak dibantu mesin dan robot.

    Perkembangan teknologi yang terjadi pada saat ini tidak hanya memberikan dampak positif yaitu dapat meringankan pekerjaan manusia, tetapi juga memberikan dampak yang negative yaitu kehidupan menjadi sangat tergantung oleh teknologi dan manusia akan cenderung menjadi malas karena semua kebutuhan dapat terpenuhi oleh teknologi.

    Rabu, 30 Desember 2009

    Animasi 3D kura-kura

    Membuat Animasi 3D kura-kura

    Animasi dalam program 3ds max dapat dikatakan hasil akhir dari desain kerja yang dibuat. dengan kata lain, meskipun hasil desain sudah sempurna, namun akan kelihatan kaku jika desain itu tidak dapat bergerak. Tanpa animasi hasil desain hanya akan berupa objek diam.

    Langkah-langkah agar objek kura-kura menjadi bergerak adalah :

    1. klik tombol Auto Key untuk memulai pembuatan animasi. Dalam keadaan aktif, tombol auto key akan di tampilkan dengan warna merah.
    2. Geser Time Sleder ke posisi frame 40/100. Dengan tombol select and move, geser objek kura-kura dengan acuan sumbu x.
    3. Geser Time Sleder ke posisi frame 60/100. Dengan tombol select and move, geser objek kura-kura dengan acuan sumbu x.

    4. Geser Time Sleder ke posisi frame 100/100. Dengan tombol select and move, geser objek kura-kura dengan acuan sumbu y.
    5. klik kembali tombol Auto key untuk menonaktifkan proses pembuatan animasi.
    6. klik tombol Play Animation untuk menjalankan animasi bergerak yang telah di buat.
    7. klik tombol Stop Animation untuk menghentikan animasi yangbsedang berjalan di dalam viewport.
    8. simpan hasil animasi.